Perjalanan Melepas Penat ke Tawangmangu

,
Travel Stories_Ike_Tawangmangu

Perjalanan Melepas Penat

Saya dan keluarga punya sebuah misi, yakni mengunjungi kerabat di Tawangmangu. Alhasil, pagi itu setelah sarapan, kami sekeluarga berangkat dan siap memulai perjalanan. Rute yang ditempuh adalah Giriwoyo―Solo―Tawangmangu. Perjalanan dari Giriwoyo menuju Solo memakan waktu kurang lebih dua jam, lalu Solo menuju Tawangmangu ditempuh selama sekitar 1,5 jam. Lumayan melelahkan juga duduk manis dalam mobil selama 3,5 jam.

Untungnya, perjalanan itu tidak terasa membosankan, karena di sepanjang perjalanan dari Giriwoyo ke Solo, mata kami dimanjakan oleh pemandangan sawah, perbukitan hijau dan perkampungan penduduk setempat. Sesampainya di kota Solo, pemandangan pun berganti. Uniknya, meski sudah banyak mal dan hotel modern yang dibangun, kota ini tidak menghapus sisi tradisionalnya. Becak dan andong giat hilir mudik mencari penumpang. Warung-warung lesehan yang buka di sore hari menjelang malam seakan memanggil perut-perut yang minta diisi. Kombinasi unik inilah yang membuat kota Solo sangat menyenangkan. Ditambah lagi didukung dengan udaranya yang masih rendah polusi.

Dari Solo, perjalanan dilanjutkan menuju Tawangmangu yang terletak kurang lebih 37 kilometer sebelah timur kota Solo. Pemandangan kembali berubah, dengan adanya areal persawahan di sisi kanan kiri jalan. Semakin memasuki areal perbukitan, semakin pula indra kami dimanjakan. Mata dibuai dengan lanskap alam yang hijau subur dan terbentang luas, sementara hidung menghirup udara sejuk dan segar. Yang tak kalah menyenangkan adalah mengamati aktivitas para penduduk yang kami lewati sepanjang perjalanan. Ada yang sedang memanen hasil bumi, ada yang sedang membersihkan wortel dengan air jernih yang mengalir langsung dari pegunungan, ada yang mengikat sawi yang sudah bersih dan masih banyak aktivitas lainnya. Melihat damai dan sederhananya keseharian hidup mereka, hilang semua penat.

Ternyata tak hanya sampai di situ saja indra kami dimanjakan. Lidah pun tak mau kalah mengecap nikmatnya sate kelinci yang banyak dijajakan di sana. Sungguh kombinasi yang tepat; menyantap sate kelinci hangat di tengah udara dingin pegunungan. Sate kelinci yang disajikan dengan sambal kacang, irisan cabe rawit dan bawang merah, disajikan bersama irisan lontong dan ditemani minuman teh manis panas. Nikmatnya..

Tak terasa, sampai pula kami di Tawangmangu. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Menikmati perjalanan ternyata memberikan efek samping yang positif; membuat semua rasa penat dan stres hilang seketika.

comments




Payment options

  • Visa
  • MasterCard
  • Paypal
  • Bank BNI
  • Bank BCA
  • Bank Mandiri